Selamat membaca dan mari saling membagi, semoga bermanfaat bagi kita semua
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Biografi KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA (Tokoh & Ulama Banten)..Lanjutan



Menjadi anggota dewan tak pernah terlintas dalam benak pria yang dikenal humoris ini. Cita-citanya sejak kecil memang ingin menjadi dai dan penceramah yang dikenal luas.Namun, partai politik membutuhkan kader-kadernya untuk mengemban amanat ummat melalui kebijakan publik. Dan Ustadz Jazuli pun terpilih sebagai salah seorang wakil rakyat dari Dapil Banten II (kota dan kabupaten Tangerang).


Di DPR RI, Ustadz Jazuli yang dikaruniai 4 anak, ini duduk di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, pemilu dan pilkada, aparatur negara, dan agraria. Komisi ini dianggap sebagai ujung tombak reformasi yang sejak 1998 disuarakan oleh rakyat Indonesia karena berhubungan langsung dengan penciptaan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

Fraksi PKS memberikan kepercayaan kepada Ustadz Jazuli untuk memimpin komisi ini di tingkat Fraksi. Sehingga otomatis ia menjadi rujukan dan juru bicara fraksi terkait dengan pelbagai persoalan dalam lingkup tugas komisi II di DPR RI.


Di komisi ini, ia aktif dalam pembahasan beberapa Rancangan Undang-Undang, antara lain: Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggara Pemilu (Wakil Ketua), RUU Administrasi dan Kependudukan (Anggota), RUU Pelayanan Publik (Anggota), RUU Ibu Kota Negara (Anggota). Di luar komisi II, KH. Jazuli diutus Fraksi untuk duduk menjadi anggota Panitia Anggaran DPR-RI. Ia juga terlibat aktif dalam Pansus tentang Tempat Pembuangan Sampah Tahap Akhir (TPSTA) Bojong.


Di gedung rakyat itu, lebih dari separo waktunya dihabiskan untuk mengemban amanah rakyat. Di waktu-waktu tertentu, terutama di masa reses, ia luangkan waktu mengunjungi konstituen di daerah. Ia pun lebih memilih tinggal di rumah pribadinya di Ciputat, Tangerang Banten, daripada tinggal di rumah dinas dengan segala fasilitasnya. Dia mengaku lebih nyaman tinggal dekat dengan rakyat.

Siap memimpin rakyat BANTEN

Di kalangan kader PKS ada kebiasaan yang unik. Hampir semua kader tak mau “menyodorkan dirinya” meraih jabatan tertentu. Demikian pula Ustadz Jazuli. Ia menyerahkan keputusan DPW PKS yang menyodorkan 5 nama yang diplot untuk menjadi calon pemimpin di Propinsi BANTEN.


DPP merestui nama Jazuli Juwaini sebagai kandidat yang layak dengan berbagai pertimbangan. Secara pribadi, kata Ustadz Jazuli, dirinya tak berambisi menjadi orang nomor satu di BANTEN Namun, lanjutnya, karena amanah diletakkan di pundaknya, kini ia yang disupport full team dari Bapilu DPD PKS BANTEN, siap menyukseskan Pilkada 2011 dengan niat untuk melakukan perubahan menuju Banten yang bersih. Bersih dari pratik KKN, dan juga bersih lingkungan. Semoga terwujud, Amien!

Dikutip dari http://www.facebook.com/jazulijuwaeni
Selengkapnya...

Selasa, 05 Juli 2011

Beberapa Perkara Terkait Bulan Sya'ban

Oleh: Abdullah Haidir, Lc
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi

Tentang Bulan Sya'ban

* Bulan Sya'ban adalah bulan ke 8 dalam penanggalan Hijriah. Terletak antara dua bulan yang mulia, yaitu Rajab dan Ramadan. Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang bulan Sya'ban,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

"Inilah bulan yang sering disepelekan orang, terdapat antara Rajab dan Ramadan."
(HR. Ahmad dan Nasa'i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Puasa Di Dalamnya

* Keistimewaan bulan Sya'ban, dinyatakan dalam kelanjutan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas;

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Dia adalah bulan diangkatnya amal-amal (manusia) kepada Tuhan semesta Alam. Maka aku ingin ketika amalku sedang diangkat, aku sedang berpuasa."
(HR. Ahmad dan Nasa'i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

Karena itu, berdasarkan riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada sebagian besar hari di bulan Sya'ban. Sebagaimana perkataan Aiysha radhiallahu anha,

... فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ (متفق عليه)

"Aku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasanya dalam sebulan selain bulan Ramadan, dan tidak aku lihat bulan yang di dalamnya beliau paling banyak berpuasa selain bulan Sya'ban."

* Dalam riwayat Bukhari (1970) dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,

"Tidak ada bulan yang Nabi shallallahu alaihi wa sallam lebih banyak berpuasa di dalamnya, selain bulan Sya'ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Sya'ban seluruhnya."

Maksud hadits ini adalah bahwa beliau berpuasa pada sebagian besar hari-hari di bulan Sya'ban, berdasarkan perbandingan riwayat-riwayat lainnya yang menyatakan demikian. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan 'berpuasa sebulan penuh' padahal yang dimaksud adalah 'berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu'. Ada juga yang memahami bahwa kadang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh di bulan Sya'ban, tapi kadang (di tahun lain) beliau berpuasa sebagian besarnya. Ada pula yang mengatakan bahwa pada awalnya beliau berpuasa pada sebagian besar bulan Sya'ban, namun pada akhir hidupnya beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh.

Penafsiran pertama lebih kuat, berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berpuasa di bulan Sya'ban melebihi puasa di bulan lainnya, dan bahwa Beliau belum pernah berpuasa sebulan penuh selain Ramadan. Wallahua'lam.

(Lihat: Fathul Bari, 4/213)

* Berdasarkan hadits di atas, keutamaan puasa di bulan Sya'ban memiliki dua alasan;

- Karena di bulan ini amal manusia diangkat untuk dilaporkan.

- Karena bulan ini dianggap sebagai bulan yang banyak disepelekan orang, karena terletak di antara dua bulan utama. Beribadah di saat orang lalai, memiliki keutamaan lebih dibanding beribadah disaat yang lainnya semangat beribadah. Meskipun kedua-duanya adalah kebaikan.

* Puasa di bulan Sya'ban, selain hikmah yang disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits di atas, oleh para ulama juga dimaknai sebagai penyambutan dan pengagungan terhadap datangnya bulan Ramadan. Karena ibadah-ibadah yang mulia, umumnya diawali oleh pembuka yang mengawalinya. Seperti ibadah haji diawali dengan persiapan ihram di miqat, atau ibadah shalat yang diawali dengan bersuci dan persiapan-persiapan lainnya yang dimasukkan dalam syarat-syarat shalat. Di samping hal ini akan membuat tubuh mulai terbiasa untuk menyambut ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

Di sisi lain, Para ulama menyebutkan bahwa ibadah puasa di bulan Sya'ban, ibarat shalat Rawatib (sebelum dan sesudah) shalat Fardhu. Sebab sebelum Ramadan disunnahkan banyak berpuasa di bulan Sya'ban, dan sesudah Ramadan, disunnahkan berpuasa enam hari bulan Syawwal.

(Lihat: Tahzib Sunan Abu Daud, 1/494, Latha'iful Ma'arif, 1/244)


Malam Nishfu Sya'ban (pertengahan Sya'ban)

* Terkenal di tengah masyarakat keutamaan malam nishfu Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban). Hadits-hadits terkait dalam masalah ini sebagian dikatagorikan dha'if (lemah), bahkan sebagian lagi dikatagorikan maudhu (palsu) oleh para ulama hadits. Khususnya hadits-hadits yang mengkhususkan ibadah tertentu pada malam tersebut atau hadits-hadits yang menjanjikan jumlah dan bilangan pahala atau balasan tertentu bagi yang beribadah di dalamnya.

* Akan tetapi, ada sebuah hadits yang berisi tentang keutamaan malam Nisfhu Sya'ban yang bersifat umum, tanpa mengkhususkan ibadah-ibadah tertentu. Yaitu hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

"Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam Nisfhu Sya'ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik atau orang yang sedang bertengkar (dengan saudaranya)."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1390). Dalam Zawa'id Ibnu Majah, riwayat ini dinyatakan dha'if karena adanya perawi yang dianggap lemah.

Namun hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dari shahabat Mu'az bin Jabal (215). Ibnu Hibban juga mencantumkan dalam shahihnya (5665), begitu pula Imam Ahmad mencantumkan dalam Musnadnya (6642). Al-Arna'uth dalam ta'liq (komentar)nya pada dua kitab terakhir tentang hadits tersebut, berkata, "Shahih dengan adanya syawahid (riwayat-riwayat semakna lainnya yang mendukung)."

Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kelompok hadits-hadits shahih dalam kitabnya Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1144), juga dalam kitabnya Shahih Targhib wa Tarhib (1026).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Adapun malam Nishfu Sya'ban, di dalamnya terdapat keutamaan." (Mukhtashar Fatawa Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 291)

* Karena itu, ada sebagian ulama salaf dari kalangan tabi'in di negeri Syam, seperti Khalid bin Ma'dan dan Luqman bin Amir yang menghidupkan malam ini dengan berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan ibadah tertentu. Dari merekalah kemudian kaum muslimin membudayakan berkumpul di masjid-masjid pada malam Nisfhu Sya'ban dengan melakukan ibadah tertentu untuk berdoa dan berzikir. Ishaq bin Rahawaih menyetujui hal ini dengan berkata, "Ini bukan bid'ah."

Akan tetapi, sebagian ulama Syam lainnya, di antaranya Al-Auza'i yang dikenal sebagai Imam ulama Syam, tidak menyukai perbuatan berkumpul di masjid-masjid untuk shalat dan berdoa bersama pada malam ini, namun mereka membenarkan seseorang yang shalat khusus pada malam itu secara pribadi (tidak bersama-sama). Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, begitu juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Lebih keras dari itu adalah pandangan mayoritas ulama Hijaz, sepeti Atha, Ibnu Mulaikah, juga ulama Madinah dan pengikut Mazhab Maliki, mereka menganggapnya sebagai perbuatan bid'ah.

(Lihat: Latha'iful Ma'arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 151, Mukhtashar Fatawa Al-Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 292)

Namun, jika seseorang qiyamullail pada malam itu sebagaimana qiyamullail disunnahkan pada umumnya malam, atau berpuasa di siang harinya karena termasuk puasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan) yang disunnahkan, maka hal tersebut jelas tidak mengapa.


Qadha puasa Ramadan

* Apa kaitannya qadha puasa Ramadan dengan bulan Sya'ban?

Aisyah radhiallahu anha berkata,

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ ، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

"Aku dahulu memliki hutang puasa Ramadan, aku tidak dapat mengqadanya kecuali di bulan Sya'ban, karena sibuk melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam." (Muttafaq alaih)

Berdasarkan hadits ini, umumnya para ulama berpendapat bahwa kesempatan melakukan qadha puasa Ramadan terbuka hingga bulan Sya'ban sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Namun, jika tidak ada alasan khusus, seseorang dianjurkan segera mengqadhanya. Bahkan sebagian ulama menyatakan agar mendahulukan qadha Ramadan sebelum puasa Syawal atau puasa sunah lainnya. Sebab berdasarkan hadits Aisyah di atas, dia baru sempat melakukan qadha di bulan Sya'ban, karena ada alasan, yaitu melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka pemahamannya, jika seseorang tidak memiliki alasan atau uzur syar'i, hendaknya dia menyegerakan membayar qadha puasanya.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 8/21, Fathul Bari, 4/189)

* Apabila hutang puasa itu belum juga terbayar hingga bertemu Ramadan berikutnya karena ada alasan tertentu yang membuatnya tidak dapat mengqadha puasa Ramadan sebelumnya, maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya selain mengqadha puasanya setelah Ramadan berikutnya.

Jika tidak ada halangan bagi seseorang untuk mengqadha puasanya, namun tidak juga dia lakukan hingga datang Ramadan berikutnya, maka hendaknya dia bertaubat dan istighfar atas kelalaiannya menunda-nunda kewajiban. Disamping itu, dia tetap harus mengqadhanya setelah bulan Ramadan berikutnya.

Sebagian ulama mengharuskan orang seperti itu untuk memberikan setengah sha' makanan pokok (sekitar 1,5 kg) kepada seorang miskin untuk setiap satu hari puasa yang dia tinggalkan sebagai peringatan atas kelalaiannya, disamping kewajiban mengqadha puasanya. Berdasarkan ijtihad para shahabat dalam masalah ini. Namun sebagian lain berpendapat tidak ada kewajiban akan hal tersebut, karena tidak ada nash yang dengan tegas menetapkannya. Akan tetapi ijtihad tersebut dianggap baik.

(Fathul Bari, 4/189, Al-Ilmam Bisyai'in min Ahkam Ash-Shiyam, Syekh Abdul Aziz Ar-Rajihi, 30)

* Jika telah masuk bulan Sya'ban, hendaknya setiap muslim mengingatkan dirinya atau orang-orang terdekat (khususnya kaum wanita yang umumnya suka memiliki hutang puasa) apabila memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya, agar segera ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya.


Puasa Di Akhir Sya'ban

* Sehari atau dua hari terakhir bulan Sya'ban sebelum Ramadan, dinamakan sebagai Yaumusy-Syak (hari keraguan). Dikatakan demikian, karena pada hari tersebut tidak jelas apakah sudah masuk bulan Ramadan atau belum. Pada hari tersebut, seseorang dilarang berpuasa jika tujuannya sekedar ingin hati-hati agar tidak ada hari yang tertinggal dari bulan Ramadan. Yang diperintahkan adalah memastikan datangnya bulan Ramadan dengan terlihatnya hilal Ramadan. Kalau hilal tidak terlihat, maka bulan Sya'ban digenapkan menjadi tiga puluh hari berdasarkan riwayat shahih dalam masalah ini.

* Namun dibolehkan berpuasa pada hari tersebut (sehari atau dua hari sebelum Ramadan) apabila pada hari itu bertepatan dengan hari-hari sunnah berpuasa yang biasa dia lakukan (seperti Senen dan Kamis), atau dia berpuasa karena hendak membayar qadha puasanya, atau nazar atau kaffarat.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ (متفق عليه)

"Jangan kalian mendahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya). Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa." (Muttafaq alaih).

* Di antara hikmah pelarangan ini adalah agar ada pemisah antara puasa Ramadan yang fardhu dengan puasa-puasa sunah sebelum dan sesudahnya. Maka, dilarang puasa sehari atau dua hari sebelumnya dan dilarang pula puasa sehari sesudahnya, yaitu pada hari Idul Fitri.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 7/194, Latha'iful Ma'arif, hal. 151, Syarh Umdatul Ahkam, Syekh Jibrin, 30/2)

Wallahu ta'ala a'lam.


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَوَفِّقْنَا فِيهِ ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Yaa Allah, berilah kami barokah dan taufiq di bulan Sya'ban, dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadan.."

Riyadh, Sya'ban 1432 H



Abdullah Haidir, Lc
(abu_rumaisha@hotmail.com)

http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/07/beberapa-perkara-terkait-bulan-syaban.html
Selengkapnya...

Selasa, 28 Juni 2011

Biografi KH. Jazuli Juwaini, Lc, MA (Tokoh & Ulama Banten)



Ustadz Jazuli Juwaini tak hanya dikenal baik oleh warga Tangerang dan Banten secara khusus. Masyarakat dari berbagai pelosok Tanah Air begitu mengenal sosok ustadz ini berkat intensnya dia berdakwah lewat media massa (televisi). Lelaki berumur 42 tahun ini biasa berceramah dan berdialog dengan pemirsanya antara lain melalui stasiun RCTI, antv, TPI.


Bakat atau talenta Ustadz Jazuli sudah terlacak sejak masa kecil. Ketegaran dan kemandiriannya terasah terlihat saat ayah tercintanya menghadap Rabbnya ketika ia berumur 7 tahun. Ia tinggal bersama kakek dalam lingkungan pesantren di daerah Bekasi, Jawa Barat.


Di pesantren tersebut ia aktif menimba ilmu dari sang kakek, yang dibantu paman-pamannya. Ditinggal ayahnya membuat Jazuli kecil kian bersemangat menimba ilmu dienul Islam. Ia sudah hafal kitab Matan al-Jurumiyah (kaidah bahasa Arab) manakala tak lama setelah kepergian orang tercintanya itu.


Asik menuntut ilmu diniyah serta mengajarkan pada teman-teman dan adik kelasnya membuat Jazuli kecil lupa akan umurnya yang sudah menginjak 12 tahun. Sepanjang masa itu namanya tak terdaftar di sekolah formal (SD).


Atas desakan dan nasihat seorang pamannya, Jazuli mendaftarkan diri di SDN Garon, Bekasi. Masa tempuh belajar hanya dilaluinya dalam 3 tahun saja. Setelah itu ia melanjutkan ke MTs Cimalaya, Karawang. Di madrasah ini ia memberanikan diri mengajar bahasa Arab karena kematangannya menguasai al-lughah al-arabiyah di bawah bimbingan kakeknya silam.


Kebiasaan mengajar bahasa Arab ini terus ia lakukan di jenjang Madrasah Aliyah (MA). Karena kematangan itulah ia menyelesaikan pendidikan di MA hanya dalam 2 tahun. Ia sebenarnya tertantang untuk belajar masalah sosial politik di FISP UI. Hanya saja kondisi ekonomi keluarganya kurang mendukung sehingga ia memilih melanjutkan kuliah ke LIPIA yang tanpa dipungut biaya itu.


Ia menamatkan studi di Fakultas Syariah Jurusan Hukum dan Perbandingan Madzab dengan predikat memuaskan. Belum puas menimba ilmu syariah, ia pun meraih predikat master ilmu al-Quran dan al-Hadits di Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta.



Mengemban amanah ummat

Ustadz Jazuli memilih tinggal di kawasan Ciputat dan berkhidmat untuk ummat. Selain mengelola majelis taklim, Ustadz Jazuli juga mengayomi anak-anak yatim dan dhuafa melalui pesantren yang didirikannya.

Menjadi anggota dewan tak pernah terlintas dalam benak pria yang dikenal humoris ini. Cita-citanya sejak kecil memang ingin menjadi dai dan penceramah yang dikenal luas.Namun, partai politik membutuhkan kader-kadernya untuk mengemban amanat ummat melalui kebijakan publik. Dan Ustadz Jazuli pun terpilih sebagai salah seorang wakil rakyat dari Dapil Banten II (kota dan kabupaten Tangerang).

Bersambung......(di posting selanjutnya)
Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Resepsi Walimatul Ursy Dwi Agustina & Peby Wahyu Purnawan

klik untuk memperbesar gambar..
Ya Allah,
Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
...Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Bertaburan ribuan janji akan rahmahNya yang berlimpah, menggoreskan niat tulus ibadah untuk mengharapkan ridhoNya, dengan hati yang bersih, selaras mensyukuri nikmatNya dan dirangkai dengan ketulusan hati..insya Allah resepsi walimatul ursy kami "Dwi Agustina & Peby Wahyu Purnawan" dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Ahad 3 April 2011
waktu : 11.00 - 20.00 WIB
Alamat : Jl.Kedondong rt:002/04 sudimara jaya, ciledug tangerang.

Ungkapan Terima kasih yang tak terhingga menghantarkan kesan yang mendalam di hati atas kehadiran serta doa restu rekan-rekan semua.

wassalam

Dwi Agustina & Peby Wahyu Purnawan

denah lokasi...

Selengkapnya...

Jumat, 11 Februari 2011

valentine NO .... Palestine YES



menyambung dari artikel sebelumnya dan melihat fenomena sekarang ini, sepertinya misi misionaris dengan budaya ini sudah hampir berhasil karena tidak bisa dipungkiri di negri yang notabennya mayoritas muslim masih banyak saudara-saudara kita yang ternyata terhipnotis dengan budaya-budaya ini sehingga dengan terang-terangan dan penuh planning mereka melakukan budaya tersebut..meskipun menurut mereka hal ini biasa-biasa saja..ya ya semua ini faktor ghozwul fikr(perang pemikiran) para misionaris di dalam negri kita ini yang sudah menjadi kebiasaan bahkan trennya saat ini.

padahal tanpa disadari perilaku mengikuti, membiasakan bahkan mendewakan budaya ini sudah termasuk dalam bagian yang dianggap "KAFIR"..sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadistnya yang mengatakan "barang siapa yang mengikuti kebiasaan dari suatu kaum, maka dia termasuk dalam kaum tersebut"...naudzubillah, bila kita selalu membudayakan diri kita dengan kebiasaan orang2 yahudi maupun nasrani maka sesuai hadis tersebut kita termasuk dari bagian kaumnya...

sungguh merugi dan tidak berilmulah bagi siapapun yang mengikuti kebudayaan valentine ini karena sudah jelas budaya ini tidak lah normal,karena hanya menghususkan hari kasih sayang sehari saja...beda dengan perintah dinul islam rohmatan lil alamin ini bahwa kasih sayang senantiasa dilakukan disetiap waktu kepada siapapun..dari sejarahpun ternyata valentine ini tidak memiliki keakuratan yang jelas dari data-data bukti otentiknya seperti di artikel sebelumnya..daripada mencurahkan kasihsayang hanya untuk valentine yang ga jelas sudah sangat bagus lebih baik kita curahkan kasih sayang itu untuk saudara-saudara kita di palestine...valentine NO...Palestine YES

Negri yang sudah sekian lama telah dizhalimi, aniaya dan ditindas oleh zionis la'natullah israel sampai saat ini..berapa banyak sudah yang dikorbankan dari para syuhada,,begitu harum mewangi darah para syuhada di bumi tercinta palestine..berapa banyak harta yang binasa dihancurkan dan dijarah oleh para biadab2 israel, AS sekutunya...berapa banyak para anak2 generasi penerus yang menjadi korbannya dan memiliki cacat pada tubuh akibat kedzaliman2 antek2 israel dan AS ini...

Maka sudah sepatutnya siapapun ia orangnya,agama apapun ia, negara apapun itu, dan suku apapun ia berada...Palestine wajib dikembalikan hak-haknya kembali...valentine NO ...Palestine ye...

nothing heart for valentine.....
but everything of heart for palestine.......

VALENTINE NO,....PALESTINE YES
viva palestine...save alquds gaza PALESTINE

jakarta, jumat 7 rabiul awal 1432 H
Selengkapnya...

Asal Muasal Hari Valentine :



Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

Sejarah hari valentine I :

Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nye hercules.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.

Sejarah Valentine's Day II :

Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:

* pastur di Roma
* uskup Interamna (modern Terni)
* martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Sejarah hari valentine III :

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:

For this was sent on Seynt Valentyne's day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)


Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

* Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Sejarah Valentines Day IV :

Kisah St. Valentine

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul.

Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.


Kesimpulan:

Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa "hari valentin memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali", baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya (perhatikan abad terjadinya sejarah diatas walaupun ada nama tokoh yang sama). Gimana menurut Anda?

Artikel di atas yang berjudul "Sejarah Hari Valentine - Mitos Valentine Day - Asal Muasal Hari Valentine" dikutip dari www.ateonsoft.com dan dari berbagai sumber lainnya.

Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...

Kamis, 10 Februari 2011

berapa sebenarnya biaya nikah....??ternyata hanya Rp.30.000 resminya



artikel ini ditulis sebenarnya hanya ingin membantu para ikhwan(pemuda)/akhwat(pemudi) yang akan melangsungkan salah satu sunnah Rasulullah SAW untuk menggenapkan diin ini yaitu walimatul ursy. untuk melakukan hal ini salahsatu yang harus dilakukan ialah melakukan pendaftaran nikah di KUA setempat. banyak sekali orang2 yang tidak mau mengambil pusing dengan urusan ini sehingga mempercayakan urusan ini kepada orang lain dan rela merogoh kocek yang kisarannya lumayan besar yaitu Rp.500 ribu bahkan sampai jutaan rupiah...akan tetapi meskipun kita melakukan pengurusan sendiri administratif pendaftaran nikah ini ternyata memang tetap harus mengeluarkan dana yang lumayan banyak untuk biaya administrasi di instansi-instansi yang harus kita lewati...
karena dalam mengurus surat2 ini kita harus melakukan dari lingkup rumah kita sendiri yaitu ke RT ---> RW ---> KELURAHAN ---> KUA KECAMATAN...minimal untuk mengurus sendiri aj dari lingkup rt-kelurahan bisa mengeluarkan dana 50 ribu - 100 ribu bahkan lebih..setelah itu di kua sendiri ternyata sama saja..mengurus sendiri pun dimintakan dana seperti biasanya..ketika ditanyakan.."memang biasanya berapa..?" petugas KUA pun menjawab " biasanya orang2 ngasih untuk administrasi 100 ribu dan untuk penghulunya biasanya 400 ribu jadi total semuanya 500 ribu"...ketika kembali ditanyakan "loh ko mahal juga ya,memang peraturan pemerintahnya berapa...?"..petugas KUA tidak bisa menjawab dan hanya bisa berkata "mas kalo merasa terbebani bisa langsung berbicara dengan kepala KUA nya..,karena saya memang diminta dari atasan saya begitu"akhirnya kami memutuskan untuk berbicara langsung dengan kepala KUA nya..
ketika sudah dipersilahkan masuk,lalu kami mengutarakan untuk menanyakan perihal biaya administratif nikah..ternyata cukup mencengangkan jawaban dari beliaupun kurang lebih sama dengan petugas pendaftaran didepan bahkan menjawab dengan lebih sinis...yaitu tetap memang biasanya orang2 ngasih kisaran 500 ribuan.."kalo memang anda kurang mampu bisa kami gratiskan bahkan anda yang kami beri uang.."jawabnya dengan nada yg kurang pengakraban...subhanallah sontak kamipun kehilangan mud buat berdebat kembali...kami hanya mampu bilang.."baik pa..sebenernya bukan kami tidak mampu untuk adiministrasi 500 ribuan itu,tapi kami hanya ingin mengikuti sesuai dengan peraturan pemerintah saja n kami ingin tau berapa besarnya.."dalam pembicaraan tersebut akhirnya tanpa sengaja akhirnya ketua KUA tersebut mengatakan.."yah memang PPnya si resminya Rp30 ribu..tapi masa buat tenda aj 10 juta kamu bisa,rias n pelaminan jutaan bisa masa buat yang menikahkan merasa terbebani dengan biaya yg biasanya..??"..kembali kamipun hanya bisa mengelus hati kami ternyata memang sudah menjadi kebiasaan dilingkungan pemerintahan ini untuk hal2 seperti ini yaitu diluar dari ketentuan..kamipun mengakhiri pembicaraan dan kembali ke petugas pendaftaran di depan..kamipun langsung memutuskan membayar administrasi pendaftaran dulu saja sebesar Rp100 ribu (inipun sudah lebih dari ketentuan yg seharusnya 30 ribu saja)..dan kami bilang kemungkinan sisanya akan kami berikan di hari h nantinya ke penghulu langsung tentunya dengan berlandaskan infak dan keikhlasa kami saja...Alhamdulillah akhirnya selesai juga pencatatan pendaftaran nikah ini..
begitulah sekelumit pengalaman yang terjadi dalam proses pendaftaran walimah ursy ini..sekali lagi tulisan ini bukan bermaksud menjatuhkan seseorang atau instansi lainnya akan tetapi mudah2an bisa menjadikan sebuah kritikan dan saran menuju perbaikan pelayanan dan administratifnya atas hal ini...dan perlu diketahui sesuai dengan PP no.47 tahun 2004 bahwa biaya nikah Rp.30 ribu...
simaklah komentar salah seorang kepala KUA dari daerah lain "Kalau berdasarkan aturan, biaya nikah itu hanya Rp30 ribu. Sedangkan, kalau menikah di luar KUA sesuai permintaan Pasangan pengantin dan di luar jam kantor KUA, biayanya tidak bisa ditentukan. Biasanya berdasarkan kesepakatan," jelasnya...mungkin ini bisa dijadikan masukan untuk kita semua bila lain kali ternyata sama2 mendapatkan kasus seperti ini...

mudah2an Allah SWT selalu memberikan kita segala karuniaNya kepada kita semua,...mohon doa bagi kami agar bisa mengarungi proses ini dan kelak ketika sudah berumah tangga bisa menjadikan keluarga kami ini menjadi keluarga islami yang selalu dalam nuansa sakinah penuh mawaddah warohmah..amiin...nastagfirullahal adzim wa nasta'fikum jami'an
segala puji hanya untuk Allah SWT tuhan semesta alam ini

jakarta,10 februari 2011
Selengkapnya...

Rabu, 09 Februari 2011

Kenapa Harus Wanita Shalihah?

oleh : Yusuf Al Bahi
dakwatuna.com – Bismillah..

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?

Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?

Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?

Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?

Aku menjawab..

Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?

Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?

Aku menjawab..

Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?

Pada akhirnya, akupun menjawab…

Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…

Seberat itukah?

Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

Taipei, 02 Juni 2010
http://www.dakwatuna.com/2010/kenapa-harus-wanita-shalihah/
Selengkapnya...

Jumat, 31 Desember 2010

ilmuwan muslim indonesia Dr.Warsito M.Eng "Penemu teknologi pemindai tomografi ECVT 4 dimensi"




Indonesia sesungguhnya memiliki potensi menjadi bangsa yang unggul bahkan adidaya. Bakat-bakat sumber daya alam dan manusia begitu melimpah, walau belum dioptimalkan kemampuan dan daya gunanya. Banyak putra bangsa yang telah mengarumkan merah putih dalam kancah pergaulan dunia. Dan merekalah yang senantiasa membanggakan negeri ini melebihi segalanya. Salah satunya Dr. Warsito, lahir di Solo pada tahun 1967. Ia adalah seorang penemu alat pemindai tubuh (tomografi) yang lebih murah dan akurat yang dinamakan ECVT (electrical capacitance volume tomography)

Saat ini Teknologi ECVT (electrical capacitance volume tomography) digunakan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Yaitu digunakan untuk melakukan pemindaian obyek dielektrika pada misi antariksanya. Seperti yang dijelaskan editorial jurnal Industrial and Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American Chemical Society.

NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.

Material pelindung panas pada dinding luar pesawat ulang-alik biasanya terbuat dari bahan keramik yang sangat rentan terhadap akumulasi air pada permukaannya. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding pesawat saat peluncuran akibat perubahan suhu dan tekanan yang tinggi. Teknologi ECVT membantu mendeteksi keberadaan akumulasi air di dinding luar pesawat alang-alik untuk mencegah kerusakan selama misi ke antariksa.

Teknologi ECVT adalah teknologi yang pertama digunakan oleh NASA Selama ini teknologi ECVT telah banyak membantu memahami karakter dan dinamika fluida multifase dalam berbagai macam proses dan reaktor kimia. Riset yang berkaitan dengan dinamika fluida dengan memanfaatkan teknologi ECVT telah dilaksanakan secara intensif di Ohio State University, University of Cambridge, dan Laboratorium Morgantown milik Departemen Energi Amerika Serikat.(imsa.us)

Kisah-kisah tentang beliau

WARSITO nyaris gila saat komputer kerjanya hangus terbakar disambar petir. Hanya satu laptop tersisa, dan itu juga tiba-tiba jebol. Ini cobaan berat: di komputer itu, hasil riset belasan tahun hilang tak berjejak.

Hampir sepekan dia berdiam diri di kamar. Mimpinya seperti kandas. Dia ingin menciptakan alat pemindai empat dimensi (4D) berbasis teknologi Electrical Capacitance Volume-Tomography (ECVT). Itu teknologi pemindaian tiga dimensi (3D), dengan obyek bergerak berkecepatan tinggi, sehingga menghasilkan citra 4D.

Getir. Tapi dia harus bangkit, dan tak boleh menyerah. Musibah itu memaksanya kembali membongkar arsip, dan catatan riset. Satu tim ahli dibentuknya membantu kerja besar itu. Mereka dari Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs).

Barangkali itu hikmah di balik musibah. Sebelumnya, dia malas membongkar data yang tersimpan belasan tahun. Semuanya bertumpuk seperti bangunan tumpang tindih. Tak ada cara lain merapikannya, kecuali membongkar, dan membangun ulang dari nol. “Mungkin di sini kunci keberhasilan itu,” katanya kepada VIVAnews.

Pada 2004, riset itu kelar. Tapi masih dalam bentuk simulasi.
Meski begitu, temuan Warsito segera menjadi incaran sejumlah perusahaan terkemuka dunia. Teknologi pemindai 4D pertama di dunia itu akhirnya dipatenkan di Amerika Serikat, dan lembaga paten internasional PTO/WO pada 2006.

Tak kurang, yang naksir berat adalah NASA, lembaga antariksa Amerika. “NASA adalah lembaga luar yang pertama kali mengakui teknologi ini, dan kemudian memakainya meskipun masih taraf riset,” katanya.

NASA memakai teknologi temuannya itu, untuk mengembangkan sistem pemindai tumpukan embun di dinding luar pesawat ulang-alik. Saat pesawat itu meluncur, ada perubahan suhu sangat tinggi. Tumpukan embun itu bisa merusak dinding pesawat yang terbuat dari keramik.

Setelah NASA, temuan Warsito dilirik oleh lembaga top lainnya, seperti Ohio State University, perusahaan B&W, Departemen Energi Amerika, University of Cambridge, dan sejumlah lembaga besar lain.

Teknologi Warsito itu diperkirakan bakal membawa perubahan drastis dalam perkembangan riset dan teknologi. Jangkauannya juga luas. Mulai dari bidang energi, proses kimia, kedokteran hingga nano-teknologi.

***

Menekuni riset tomografi sejak 1992, persisnya saat dia kelar tugas akhir S1, Warsito mengatakan hasil yang dicapainya adalah buah dari kerja keras. Tomografi yang dia kembangkan bukan ada secara tiba-tiba. “Proses pengembangannya panjang, diikuti improvisasi terus-menerus sampai saat ini,” ujarnya.

Tomografi adalah teknologi memindai berbagai obyek, dari luar hingga kondisi bagian dalam, tanpa harus merusak penampangnya. Teknologi ini terdiri dari rangkaian sistem sensor, elektronika, dan komputer.

Dengan teknologi ini, pemindaian bisa dilakukan dari luar, tanpa menyentuh obyek. Contoh paling umum adalah mesin CT Scan, dan MRI yang digunakan di bidang kedokteran. Hanya, dua alat itu sekadar menghasilkan citra dua dimensi (2D), dengan obyek tidak bergerak.

Sedangkan tomografi ciptaan Warsito mampu memindai 3D, atau volumetrik dengan obyek bergerak berkecepatan tinggi. “Jadi bisa 4D yakni tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu,” ujarnya. Aplikasinya pun, kata Warsito, sangat luas. “Dari reaktor yang dipakai di pabrik-pabrik, tubuh manusia, obyek-obyek skala nano, hingga perut bumi.”

Menurut Warsito, pemindaian dari dalam menuju luar dinding itu bisa dilakukan karena teknologi tomografi 4D kreasinya memakai gelombang listrik non-linear. Teknologi pemindai lain menggunakan gelombang linear, sehingga hanya bisa memindai dari luar obyek, ke dalam obyek.

Di Indonesia, teknologi yang masih terus dikembangkan Warsito ini, digunakan untuk pemindaian tabung gas bertekanan tinggi, seperti kendaraan berbahan bakar gas Bus Transjakarta.

Tabung gas bertekanan tinggi perlu dipindai untuk memeriksa apabila ada retakan di dalam tabung yang tidak terlihat. Sebab, retakan itu bisa mengakibatkan ledakan, dan berdampak fatal. Sistem pemindai ini telah dipakai di pabrik tabung gas tekanan tinggi di Cikarang.

“Ada banyak teknologi turunan dari sensor dan tomografi ini yang sekarang sedang kami kembangkan, seperti sensor untuk treatment kanker, sistem pemindaian aktivitas otak manusia, hingga sensor untuk kebocoran tabung gas,” Warsito menambahkan.

Di bidang kedokteran, teknologi temuan Warsito jelas mengungguli kemampuan CT Scan dan MRI. Penemu CT Scan, Sir Godfrey Hounsfield dan Dr. Alan Cormack, diganjar Nobel Bidang Fisiologi dan Kedokteran 1979. Pun penemu MRI, Paul Lauterbur dan Sir Peter Mansfield, yang meraih penghargaan sama tahun 2003.

Akankah Warsito menjadi peraih Nobel di masa mendatang?

“Rasanya terlalu tinggi untuk bangga dengan ini semua. Yang saya pikirkan hanyalah keinginan memberikan harapan bagi bangsa agar tidak terlalu pesimis dengan kemampuan mereka, dan tidak harus merasa rendah terhadap bangsa mana pun juga,” ujar Warsito.

***

Bukan Superman, tokoh kartun DC Comics itu, yang memberi ilham bagi Warsito menciptakan teknologi ‘tembus pandang’ ini. Ia bahkan berkelakar tak percaya kehebatan Superman.

Temuan ini hanya serpihan imajinasinya sewaktu SMA. Kala itu, ia terpaku dengan sosok jenius dalam komik yang berhasil mengembangkan mesin foto copy yang mampu mengkloning benda sama persis aslinya.

“Cerita itu tidak pernah saya lupa. Itu sedikit memberi inspirasi untuk mengembangkan teknologi tomografi ini. Karena teknologi ini bisa ‘meng-copy’ seluruh obyek menjadi data digital 3D,” ujar lelaki yang kini menjabat sebagai staf ahli Menristek.

Lahir di Solo, 16 Mei 1967, dia yang bernama lengkap Warsito P Taruno ini, bukanlah anak yang tumbuh dengan mimpi besar. Sebagai anak desa di lereng Gunung Lawu, ia menjalani hidup ala kadarnya. Ia habiskan masa kecil bergumul dengan sawah, dan ternak.

Tapi memang, kemampuan intelektualitasnya ditempa karena dia gemar membaca buku. “Saya meminjam buku apa saja yang bisa saya pinjam dan baca. Saya membacanya di mana saja, bisa di sawah, ladang, sungai. Kambing saya kenyang makan tanaman orang, saya kenyang baca buku,” ujarnya. Aktivitas itu dilakoninya hingga lepas masa SMA.

Sebagai siswa cemerlang, Warsito kemudian pindah ke Yogyakarta, setelah namanya tertera sebagai mahasiswa Teknik Kimia UGM. Tapi dia gagal sekolah ke kampus itu, karena terbentur masalah biaya. Ia lalu merantau ke Jakarta. Beruntung, dia mendapat beasiswa di Universitas Shizuoka, Jepang, 1987. Beasiswa mengantarnya meraih gelar tertinggi akademik (S3), 1997.

Pada 1999, dia hijrah ke Amerika Serikat. Berbekal riset tentang tomografi, dia menjadi satu dari 15 peneliti papan atas dunia di Industrial Research Consortium, Ohio State University. Sebuah lembaga riset terpandang yang menjadi acuan sejumlah perusahaan minyak raksasa di dunia semisal ExxonMobil, Conoco Phillips, dan Shell.

Di tengah kesibukan riset, ia meluangkan waktu menulis di sejumlah jurnal ilmiah bertaraf internasional. Tak jarang, ia juga dipercaya menjadi pembicara utama dalam sejumlah forum ilmuwan dunia.

Momen tak terlupakan adalah tatkala ia selesai memberi sesi paripurna (plenary lecture) di konferensi internasional tentang reactor engineering di Delft, Belanda, 1999. “Itu adalah sesi paripurna sebuah konferensi besar, yang dihadiri pakar dan professor dari seluruh dunia. Sepertinya tak ada penghargaan lebih besar dari itu, yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Bagaikan cerita di film.”

Empat tahun dia curahkan tenaga dan waktu di Amerika. Mulai 2003 hingga 2006, ia memilih wara-wiri antara Amerika dan Indonesia.

Akhirnya, dia memutuskan kembali ke Indonesia, membesarkan CTECH Labs yang dibangunnya di satu ruko mungil di kawasan Tangerang. “Cita-cita saya membangun institusi riset yang tidak kalah dengan institusi riset mana pun di dunia, dan itu di Indonesia.”

Di matanya, dunia sains di Indonesia kurang tantangan. Bukan hanya wadah yang terbatas, tapi juga interaksi antarilmuwan di ajang internasional lemah. Tantangan nyata dari industri juga minim. “Tanpa tantangan, dunia sains kita tidak akan maju,” ujarnya.(VIVAnews.com)
Selengkapnya...

Kamis, 21 Oktober 2010

Reuni akbar alumni dan aktivis FSLDK JADEBEK


Silaturahim akbar alumni dan aktivis forum silaturahim lembaga dakwah kampus (FSLDK) jakarta depok dan bekasi (JADEBEK), sabtu 30 oktober 2010 di ruang teater universitas budi luhur jakarta selatan..insya Allah akan dihadiri oleh para alumni fsldk jadebek dari awal berdirinya sampai saat ini dan pengurus aktif ldk sejakarta depok dan bekasi, dengan diisi taujih oleh ust.Agus supriyatna, tim nasyid Al-Izzah,forum share bersama puskomda FSLDK JADEBEK dan acara-acara lainnya.tafadhol untuk antum/na yang dapat mengahadiri agenda ini untuk bisa menyempatkan dirinya untuk hadir dalam silaturahim ini..antum/na juga bisa berkontribusi lewat donasi/infaq sebagian rizqi kita untuk menyukseskan silaturahim ini melalui rekening Bank syariah mandiri atas nama juni fitriannisa rek:0397103397......"Merajut Amal di ladang Dakwah" Selengkapnya...

Senin, 19 Juli 2010

Bulan Ramadlan : Stasiun Besar Musafir Iman(1)

oleh : ust.rahmat abdullah (alm)

Tak pernah air melawan qudrat yang ALLAH ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan. Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus. Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, kronometer, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan. Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan. Ruh pun – dengan karakternya sebagai ciptaan ALLAH – menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi ‘bumi jasad’ memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala. Kini – di bulan ini – ia jadi begitu ringan, menjelajah ‘langit ruhani’. Carilah bulan – diluar Ramadlan – saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan. Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat. Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ‘ular harta’ yang membelitnya. Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya.

Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’ Shiyami Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’l Qiyami

Keqariban di Tengah Keghariban

Ahli zaman kini mungkin leluasa menertawakan muslim badui yang bersahaja, saat ia bertanya: "Ya Rasul ALLAH, dekatkah Tuhan kita, sehingga saya cukup berbisik saja atau jauhkah Ia sehingga saya harus berseru kepada-Nya?" Sebagian kita telah begitu ‘canggih’ memperkatakan Tuhan. Yang lain merasa bebas ketika ‘beban-beban orang bertuhan’ telah mereka persetankan. Bagaimana rupa hati yang Ia tiada bertahta disana? Betapa miskinnya anak-anak zaman, saat mereka saling benci dan bantai. Betapa sengsaranya mereka saat menikmati kebebasan semu; makan, minum, seks, riba, suap, syahwat, dan seterusnya. padahal mereka masih berpijak di bumi-Nya.

Betapa menyedihkan, kader yang grogi menghadapi kehidupan dan persoalan, padahal Ia yang memberinya titah untuk menuturkan pesan suci-Nya. Betapa bodohnya masinis yang telah mendapatkan peta perjalanan, kisah kawasan rawan, mesin kereta yang luar biasa tangguh dan rambu-rambu yang sempurna, lalu masih membawa keluar lokonya dari rel, untuk kemudian menangis-nangis lagi di stasiun berikut, meratapi kekeliruannya. Begitulah berulang seterusnya.

Semua ayat dari 183-187 surat Al-Baqarah bicara secara tekstual tentang puasa. Hanya satu ayat yang tidak menyentuhnya secara tekstual, namun sulit untuk mengeluarkannya dari inti hikmah puasa. "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah): ‘Sesungguhnya Aku ini dekat…" (Qs. 2 :185).

Apa yang terjadi pada manusia dengan dada hampa kekariban ini? Mereka jadi pan-dai tampil dengan wajah tanpa dosa didepan publik, padahal beberapa meni sebelum atau sesudah tampilan ini mereka menjadi drakula dan vampir yang haus darah, bukan lagi menjadi nyamuk yang zuhud. Mereka menjadi lalat yang terjun langsung ke bangkai-bangkai, menjadi babi rakus yang tak bermalu, atau kera, tukang tiru yang rakus.

Bagaimana mereka menyelesaikan masalah antar mereka? Bakar rumah, tebang po-hon bermil-mil, hancurkan hutan demi kepentingan pribadi dan keluarga, tawuran antar warga atau anggota lembaga tinggi negara, bisniskan hukum, jual bangsa kepada bangsa asing dan rentenir dunia. Berjuta pil pembunuh mengisi kekosongan hati ini. Berapa lagi bayi lahir tanpa status bapak yang syar’i? Berapa lagi rakyat yang menjadi keledai tunggangan para politisi bandit?

Berapa banyak lagi ayat-ayat dan pesan dibacakan sementara hati tetap membatu? Berapa banyak kurban berjatuhan sementara sesama saudara saling tidak peduli?
Selengkapnya...

Kamis, 08 Juli 2010

Jadikan 9 Juli Hari Menulis untuk Gaza


Gaza – Infopalestina: Jadikan tanggal 9 Juli sebagai hari menulis untuk Gaza. Demikianlah seruang yang disampaikan para penulis yang tergabung dalam “Bloggers UNITE for Gaza” kepada para penulis Palestina, Arab dan asing agar menjadikan 9 Juli sebagai hari menulis untuk Gaza. Yang membicarakan tentang penderitaan satu setengah juga warga di bawah blockade Zionis Israel yang mencekik dan terus berlangsung sejak lebih 4 tahun secara berturut-turut.

Perhimpunan penulis “Bloggers UNITE for Gaza”, menyerukan kepada semua penulis di seluruh dunia untuk berpartisipasi pada hari itu melalui partisipasi tulisan, audia, video dan pembuatan slogan-slogan kampanye yang membantu isu ini.

Mengenai sebab pemilihan tanggal 9 Juli untuk menggalang kampanye penulisan ini, para inisiator kampenye ini mengatakan, bahwa pada 9 Juli 2004, mahkaman internasional telah mengeluarkan perdapat yang mengutuk pelanggaran negara penjajah (Israel) terhadap hak Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, serta menegaskan adanya pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa Keempat. Mahkamah internasional juga meminta masyarakat internasional untuk tidak menyetujui pelanggaran-pelanggaran tersebut dan mengambil sikap tegah terhadap perlanggaran-pelanggaran tersebut.

Para penulis “Bloggers UNITE for Gaza” yang menjadi inisiator kampanye ini menyerukan para penulis di seluruh dunia, khususnya di negara-negara Arab, agar mengingatkan pemerintah mereka akan kewajiban khusus mereka agar tidak mengakui atau membantu pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang dilakukan penjajah Zionis Israel.

Menurutnya, sekadar bantuan kemanusiaan tidak cukup untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh penduduk Palestina di Jalur Gaza. Karena solusi permanen adalah satu-satunya adalah pencabutan blockade untuk selama-lamanya. “Bloggers UNITE for Gaza” menilai pembantaian terhadap relawan "armada kebebasan" telah membawa isu ini menjadi perhatian internasional. Pihaknya meminta diakhirinya krisis kemanusiaan sekali saja dan untuk selamanya. (asw)
Selengkapnya...

Selasa, 29 Juni 2010

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

http://www.dakwatuna.com/2007/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan/

Selengkapnya...

Selasa, 23 Maret 2010

Israel Tidak Akan Mengubah kebijakannya (memang yahudi kepala batu...)




PM saysIsrael tidak ingin menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel juga tidak ingin mengubah kebijakan yang terus membangun perumahan di Jerusalem Timur. Semua harus berjalan. Tidak ada perbedaan antara pembangunan pemukiman di Jerusalem dengan Tel Aviv.

"Kebijakan kami terhadap Jerusalem telah sama dengan apa yang berlangsung di Tel Aviv, dan sudah berlangsung selama 42 tahun. Kami akan membuat jelas kepada rakyat AS, dan pembangunan pemukiman di Jerusalem sama dengan yang di Tel Aviv", ucap Netanyahu. Selanjutnya, menurut Netanyahu, Israel telah mencaplok (menganeksasi) Jerusalem Timur Timur sejak tahun 1967, hampir 43 tahun yang lalu.

Netanyahu akan meninggalkan Israel menuju Washington, menghadiri pertemuan nasional, yang digelar AIPAC (American-Israel Public AFfairs Committee), yang rencana akan menjadi ajang untuk menekan pemerintahan Presiden Obama, yang menolak perluasan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel telah dengan terang-terangan melakukan konvernsi Jenewa, yang melarang pembangunan pemukiman baru di wilayah Jerusalem Timur.

Sekalipun 'Kuartet Empat' (AS, Uni Eropa, Rusia dan PBB) telah mengutuk pembangunan di Jerusalem Timur, tetapi Israel tidak menggubris semuanya tekanan dunia internasional. Semua langkah yang dilaukan Israel itu, tujuannya untuk mementahkan rencana pendeklarasian negara Palestina, yang beribukota Jerusalem Timur. Langkah rakyat Palestina, yang menginginkan negara sendiri itu, telah mendapatkan persetujuan sejumlah negara, termasuk Sekjen PBB, Ban Ki-moon, yang belum lama ini berkunjung ke Gaza dan Tepi Barat.

Netanyahu tidak pernah akan menghentikan pembangunan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, karena kedua wilayah ini sudah menjadi hak milik Israel, sejak perang tahun 1967. Kunjungan ke Washington hanyalah menegaskan di depan para pemimpin Yahudi yang tergabung kelompok lobbi AIPAC, bahwa Israel tidak akan tunduk oleh tekanan siapapun, termasuk AS. (m/cnn)

save al-aqsho...free palestine

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-tidak-mengubah-kebijakannya.htm



Selengkapnya...

Jumat, 05 Maret 2010

Sejarah FSLDK (menuju fsldkn 15 unpati ambon 1-5 juli 2010)

LDK : Antara Visi, Misi, dan
Realitas Sejarah Perkembangannya
Oleh Ismail Yusanto

Dakwah adalah gerakan atau upaya terus menerus mengajak manusia ke jalan Allah. Dakwah berupaya merubah fikiran, perasaan dan tingkah laku manusia dari jahiliyah kepada Islam, atau dari yang kurang islami menjadi lebih islami hingga terbentuk tatanan masyarakat Islam. Dakwah kepada orang kafir bertujuan untuk merubah aqidahnya menjadi aqidah Islam; sementara kepada orang Islam, dakwah bertujuan untuk meningkatkan iman serta ketaatannya pada aturan Allah. Dakwah semacam ini dapat dilakuka secara perorangan (fardhiyah), tapi tentu akan lebih efektif bila dijalankan secara berkelompok (jama'iyah). Yang paling tepat dijalankan oleh negara (daulah). Yakni dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan, sedemikian sehingga orang-orang kafir, juga orang-orang Islam yang hidup dalam naungannya akan melihat da merasakan secara langsung kemuliaan Islam dan keni'matan hidup dalam masyarakat Islam itu Dari situ diharapkan orang-orang kafir tergerak untuk merubah aqidahnya menjadi aqidah Islam, dan orang Islam semakin kuat imannya serta semakin taat menjalankan syariat.

Maka dakwah kepada orang kafir disebut berhasil bila atas dorongan dakwah ia mau berpindah aqidah atau setidaknya tunduk dibawah kekuasaan Islam. Sedang dakwah kepada orang Islam disebut berhasil bila, setelah menerima dakwah, terdapat peningkatan iman dan kecintaan pada Islam yag ditunjukkan dengan kegairahan untuk mewujudkan aturan Islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Secara khusus bila, kaum muslimin hidup di dalam masyarakat Islam, dakwah disebut berhasil bila mereka ridha (rela, suka, dan bahagia) hidup dibawah naungannya serta bersedia mempertahankan kelangsungan sistem itu. Bila masyarakat Islam belum ada, maka dakwah disebut berhasil bila mampu menyadarkan dan menggerakkan ummat untuk mewujudkan masyarakat itu.

Adapun nilai dakwah sebagai amal muslim di sisi Allah, tidaklah dihitung dari keberhasilan-keberhasilan tadi, melainkan dari segi motif (yang semestinya ikhlas) dan dari segi metode atau thariqah (yang semestinya sesuai dengan tuntunan syara'). Bila kita sudah menjalankan dakwah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan, penilaiannya berada di tangan Allah. Keberhasilan tiap amal, termasuk dalam dakwah, hanyalah nilai materi yang merupakan konsekuensi logis dari upaya sungguh-sungguh, kerja keras dan pantang menyerah.

Bila sekarang tidak ada atau belum ada daulah yag menaungi kehidupan Islam, dakwah dijalankan secara fardhiyah atau jama'iyah dengan tujuan menegakkan kehidupan Islam (dakwah isti'nafu al hayat al islamiyah). Sebab, selama kehidupan Islam belum tegak, nilai-nilai utama Islam tidak akan sepenuhnya terujudkan. Kaum muslimin akan hidup dalam nilai-nilai jahili yang secara alami justru berefek mendangkalkan aqidah dan mereduksi ketaatan pada aturan Islam. Akibat selanjutnya kebanyakan kaum muslimin, apalagi selain muslim, "sulit percaya" kepada kebaikan Islam dan keharusan menerapkan aturan Islam. Fenomena Islam phobia pada sementara kalangan di negeri ini yang juga beragama Islam, sesungguhnya berakar dari situasi ini. Hal ini jelas semakin menyulitkan dakwah dalam menegakkan Islam kembali, karena dakwah buka hanya berhadapan dengan penghalang non muslim tetapi dengan muslim sendiri.

Nilai Strategis Kampus
Ditinjau dari struktur sosial kemasyarakatan, mahasiswa dan kampus merupakan satu kesatuan sistem yang mempuyai peranan penting alam perubahan sosial dan peri-kepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Ditilik dari segi usia, mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang berusia muda, yang dari segi potensi manusiawi termasuk manusia yang mempunyai taraf berfikir di atas rata-rata. Pada usia semuda itu masih terbuka peluang bagi perkembangan dan perubahan besar di masa datang. Kendati perubahan yang sangat drastis dan mendasar bisa pula terjadi pada usia lanjut. Usia mahasiswa adalah usia saat manusia mencari bentuk dan identitas bagi corak kehidupan yang akan dijalaninya nanti. Kepribadian mahasiswa umumnya masih mudah dibentuk.

Mahasiswa juga merupakan sosok manusia yang sarat akan idealisme, suka berpihak pada suatu hal yang diyakini kebenarannya atau sesuatu yang ia minati. Bahkan tak jarang mahasiswa mau memberikan apa yang ia miliki untuk memperjuangkan keyakinannya atau menggeluti yang kecenderungan terhadap perubahan keadaan masyarakat ke arah yang dicita-citakannya. Ia tidak menyukai kemapanan dan kemandegan, karena dalam pandangannya itu sama artinya dengan kemunduran dan dirasakan tidaklah sesuai dengan dorongan jiwa mudanya yang penuh gejolak idealisme. Tapi kadang ia hanyalah sekedar menginginkan perubahan saja tanpa memikirkan apakah perubahan yang dikehendaki itu menghantarkan kepada keadaan yang lebih baik ataau tiak. Pendek kata, pokoknya asal berubah. Ketidakmampuan mendefinisikan secara jelas perubahan macam apa yang dikehendaki acap kali membawanya kepada suasana gelora tanpa kendali.

Namun demikian, tidak sedikit mahasiswa yag mampu menggambarkan secara jelas perubahan yang dikendakinya denga baik, bahkan hingga mengatasi pemikiran yang berkemang saat itu. Hal ini ditunjang oleh kebiasaannya berfikir, belajar, dan mengkaji sesuatu dari berbagai sumber yaang ia dapatkan. Kekuatan daya tangkap, daya nalar, dan imajinasinya, menghantarkannya menjadi pemikir-pemikir muda yan potensial. Terlebih ia memang sengaja dididik, dibina, dikembangkan dalam kerangka ideologi untuk tujuan tertentu, maka ia tumbuh menjadi kader yang tangguh, agen perubahan ke masyarakat ke arah cita-cita yang diembannya. Usia mudanya memberikan peluang untuk mengembangkan dirinya lebih lanjut, mengasah, dan menajamkan pemikirannya, meningkatkan keberanian dan nilai kejuangannya. Idealisme yag dimilikimendorong dirinya untuk bergerak demi perjuangannya itu.

Perjuangan menegakkan idealisme tidak berhenti haya pada saat ia menjadi mahasiswa, tapi berlanjut pada kehidupan pasca kampusnya. Pembinaan yang diterima semasa mahasiswa mendorongnya untuk tetap setia memperjuangkan idealisme itu dalam kehidupannya selepas mahasiswa. Untuk itu ia kemudian mengatur aris kehidupannya, gaya dan kegiatannya hidupnya hingga hubungan-hubungan dengan orang atau lembaga seidealisme, serta menyebarkan ide-ide dan pemikirannya dengan berbagai cara. Ia telah bergerak di tengah masyarakat di bawah idealisme yang diyakininya. Berbagai hambatan dan kesulitan dijalaninya dengan penuh ketegaran dan keyakinan. Ia tidak surut dan bergeming dari jalan yang ditempuhnya. Bahkan, semua kesulitan itu semakin meyakinkan dan memantapkan langkahnya. Maka tumbuhlah ia di tengah masyarakat dikenal sebagai pejuang cita-cita tertentu. Ia dikenal ide dan pemikirannya. Ia dikagumi karena kekonsistenannya terhadap idealisme dan sikap hidupnya. Ia diikuti karena cita-cita dan pemikirannya. Ia telah menjadi figur yang memiliki kredibilitas ide yang yang diakui secara obyektif oleh masyarakat.

Maka tak pelak lagi bahwa kampus dengan mahasiswanya memiliki potensi yang amat strategis bagi perubahan di masysarakat di masa mendatang, terutama di mata kaum yang berkepentingan memperjuangkan suatu ideologi. Mereka sama-sama melihat, di dalam kampus didapatkan kader atau tunas muda yang bisa dibina untuk menjadi pengikut dan pejuang setianya. Kampus ibarat tanah, adalah lahan yang paling subur untuk menyebarkan suatu paham atau ideologi, sehingga kelak suatu saat ia akan menuai hasilnya berupa kader-kader yang tangguh Dan kampus, sebagai lahan pertanian tadi, terbuka untuk segala macam benih yang salig bertentangan sifat hidupnya sekalipun. Dalam koteks demikianlah kita mestinya melihat dakwah di kampus.

Arah Dakwah di Kampus
Kemana sebenarnya dakwah di kampus harus diarahkan? Yang pasti, dakwah di kampus tidaklah berdiri sendiri. Artinya, ia hendaklah silakukan secara sinergis sebagai bagian dari dakwah kepada umat secara keseluruhan; bahkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Dengan demikian arah dakwah di kampus juga tidak bisa dipisahkan dari arah dakwah kepada umat secara umum.

Melihat realitas umat sekarang ini dimana tidak ada lagi kehidupan Islam, sementara terdapat kemestian yang ditetapkan Islam akan kewajiban penerapan seluruh syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, maka dakwah pada masa sekarang disebut dakwah isti'naful hayatil Islamiyah (melanjutkan kehidupan Islami). Kehidupan Islam yang pertama telah pernah tegak di Madinah dibawah naugan daulah Islam dengan Rasulullah sebagai pemimpin. Dilanjutkan oleh para khulafaurrasyidin, lalu para khulafa dan berakhir di masa kepemimpinan Sultan Abdul Majid dan kekhilafahan Ustmani 1924. Semenjak itu tidak ada lagi kehidupan Islam. Yang ada hanyalah kehidupan kaum muslimin yang melaksanakan syari'at Islam sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain. Dakwah melanjutkan kehidupan Islam berarti mengembalikan kaum muslimin kepada pengamalan seluruh hukum-hukum Islam baik yang menyangkut aqidah, ibadah, akhlaq, makanan, pakaian, juga muamalat ('audatul al-muslimin ila al-'amal bi jami'I ahkami al-islam).

Untuk itu diperlukan kekuatan umat, yang terbentuk hanya bila umat memiliki kesadaran Islam yang tinggi. Dakwah haruslah berorientasi kepada perubahan kearah Islam, yang pada tahap awal,berupa perubahan pemikiran umat(bersifat fikriyah). Karena perubahan masyarakat ke arah Islam terjadi bila pemahaman (mafhum) Islam tertanam dan berkembang secara efektif di tengah masyarakat. Mafhum Islam akan menjadi landasan dalam berbuat dan bertingkah laku Islam akan menjadi ro'yun am-nya ( pendapat umum). Umat akan memiliki cara berfikir Islam, yakni memandang segala sesuatu berdasarkan ajaran-ajaran Islam, serta memiliki daya saring dalam menerima segala macam bentuk ide dan faham yang bertentangan dengan Islam. Mereka juga memahami apa sesugguhnya cita-cita Islam Mafhum Islam itu akan menyatukan dan menggerakkan umat untuk menuntut perubahan-perubahan sesuai dengan cita-citanya. Saat itu adalah kesempatan yang terbaik untuk mewujudkan kesatuan dan kepemimpinan umat, mengarahkan perasaan jiwa dan cita-cita umat, kearah tujuan perjuangan Islam. Umat tidak bergerak atas dasar dendam akibat penindasan yang semata-mata didorong oleh aqidah Islam yang telah menyadarkan mereka akan kewajiban utuk menata kehidupan ini sesuai kehendak ilahi, dan mewujudkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Hanya itulah yang menjadi motivasi dan tujuan umat. Mereka mendambakan kebahagiaan abadi di akhirat nanti. Mereka mendabakan surga, dan lebih dari itu mereka mendambakan keridhaan Allah.

Semua tak akan terwujud tanpa adanya pemimpin-pemimpin umat yag setia membina dan mengarahkan umat. Yakni pemimpin yang tangguh yang memiliki kekuatan ruhiyah (aqidah dan kepribadian), kekuatan ma'nawiyah (ilmu dan strategi) serta kekuatan madiyah (fisik dan materi). Salah satunya bersumber dari kampus Makam tidak kurang para pemimpin M'had Aliy dalam pertemuannya di Jakarta akhir tahun1989, sepakat meletakkan kampus sebagai salah satu sumber ulama. Dan utuk mewujudkan semua itu, tentu diperlukan usaha yang keras dan sungguh-sungguh, sabar dan terus menerus; mulai dari menyebarkan ide-ided, mencari kader-kader yang berkualitas, dan membinanya terus menerus, mengarahkan, sampai merangkaikannya dalam jalinan langkah jamaah yang terpadu dan harmonis. Inilah prinsip arah dakwah di kampus.

Dakwah di kampus di negeri ini jelas berandil bagi terbentuknya basis kekuatan umat secara baru, melengkapi peran pesantren, majelis ta'lim, dan perguruan Islam selama ini. Beberapa bukti bisa disebut menandai kesan munculnya kekuatan Islam di kampus. Nafas Islam di berbagai kota besar seputar tahun 80-an harus diakui sangat dipengaruhi kampus. Berbicara dakwah Islam di Bandung misalnya, harus disebut peran Salman ITB, Masjid Unpad dan lain-lain. Ramdhan di Kampus Jama'ah Shalahuddin UGM memberi inspirasi munculnya Ramadhan di kampus-kampus lain. Juga munculnya Ramadhan di berbagai kampung di Yogyakarta. Bahkan IPB, karena gencarnya proses 'islamisasi' di kampusnya, sering diplesetkan menjadi "Institut Pesantren Bogor". Fenomena jilbab secara pesat muncul dari kampus. Dan cetusan ketidakpuasan umat atas berbagai persoalan yang berkembang seakan terwakili oleh aksi kampus Protes jilbab lewat PMIB, demo monitor, aksi solidaritas Bosnia adalah beberapa diantaranya. Dari segi kepemimpinan, peran pemimpin Islam asal kampus juga mulai menonjol. Pimpinan Muhammadiyah setelah KH. Azhar Basyir wafat, didominasi dari kampus, apalagi di ICMI. Kenyataaan itu amat gamblang. Memang kader asal kaampus yang ada sekarang adalah produk pembinaan tahun 60-70-an. Bagaimana produk tahun 80-90-an? Waktulah yang akan menjawabnya.

Fungsi dan Kedudukan LDK
Dakwah di kampus tidak bisa dilepaskan dari peran LDK atau Lembaga Dakwah Kampus yang ada hampir di setiap kampus perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Menurut khittah LDK, LDK adalah suatu lembaga yang dikelola mahasiswa, bergerak dalam dakwah Islam di kampus utuk menegakkan kalimah Allah dengan amar ma'ruf nahi munkar. Masyarakat kampus sebagai obyek utamanya dan mahasiswa merupakan unsur terpentingnya. Untuk mencapai tujuannya, LDK setidaknya harus memainkan fungsi sebagai berikut :

1. LDK sebagai Media Pembinaan Umat
Ini peran utama LDK dan yang selama ini telah kita mainkan. Dalam hal ini, LDK memiliki kedudukan strategis mengingat jangkauannya untuk melakukan aktifitas pembinaan umum kepada sivitas akademika secara luas dan masyarakat sekitar kampus. Perlu penajaman arah mafhum yang hendak dituju sehubugan dengan situasi masyarakat yang lebih terbuka dan kondusif bagi proses islamisasi. Keberhasilan dalam memainkan fungsi ini akan menentukan peran-peran berikutnya. Sudah saatnya penyelenggaraan kegiatan dakwah yang asal-asalan harus ditinggalkan.
2. LDK sebagai Artikulator
Sebagai artikulator, LDK dapat berperan sebagai penyambung aspirasi umat, baik dalam hal menyerukan yang ma'ruf maupun menghilangkan yang munkar. Dalam beberapa kasus terbukti ternyata umat, khususnya kalangan mudanya, juga memiliki apresiasi positif terhadap perlunya menegakkan yang ma'ruf dan menghilangkan kemunkaran; tetapi fakta juga menunjukkan bahwa apresiasi itu baru muncul setelah ada orang atau lembaga yang mencetuskannya lebih dulu. Di sini letak pentingnya LDK sebagai artikulator yang pada gilirannya akan menggeret peran serta umat lebih besar. Akan tetapi perlu diingat, biar bagaimanapun LDK tetap terikat dengan sistem perkampusan. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan peran ini perlu ditempuh cara agar LDK aman dari tuduhan melanggar sistem tersebut, misalnya dengan mengedepankan pendekatan ilmiah melalui pakar atau lembaga yang kredibel. Dalam hal tindakan artikulasi (baik lisan, tulisan ataupun aksi) ini, demi kredibilitas dan daya dorong dan efek yang ditimbulkan, LDK perlu bahu membahu dengan eksponen dakwah lain - khususnya dengan kalangan pers Islam. Di sini mewujudkan kerjasama dengan ICMI, MUI, dan lembaga lain semakin penting artinya.
3. LDK sebagai Mediator
Dengan akses yang (mungkin) dimiliki, LDK dapat berperan sebagai mediator antara umat pada satu sisi agar aspirasinya kesampaian, dengan pengambil keputusan di pihak lain. Terkadang aspirasi umat macet disebabkan tidak sampainya kepada pihak yang berkompeten; sementara terdapat kebijakan pemerintah yang tidak populer di kalangan umat karena kurang mengertinya terhadap aspirasi umat. Di sini peran mediasi (cultural and political broker) menjadi penting artinya. Upaya mengayakan dan menguatkan akses menjadi mutlak karenanya. Dalam hal tindakan mediasi ini, sekali lagi, LDK tidak harus berjalan sendiri. Kerjasama dengan eksponen dakwah lain juga mesti dilakukan.
4. LDK sebagai Fasilitator
Dengan ide, akses, fasilitas yang dimiliki, LDK dapat berperan sebagai fasilitator dalam berbagai kegiatan demi tercapainya aspirasi umat, baik dalam kegiatan artikulasi, mediasi ataupun aksi.

Sejarah Perkembangan FSLDK
Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dalwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.

Forum Silaturahhim Lemgaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak tadi menuju ummatam wahidah. FSLDK semula bernama sarasehan LDK, diselenggarakan pertama kali oleh Jemaah Shalahuddin UGM pada tanggal 14 - 15 Ramadhan 1406 atau 24 - 25 Mei 1986. Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulya itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni Jamaah Shalahuddin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI Undip Semarang, Unsoed Purwokerto, UNS Solo, Lpisat Usakti Jakarta, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, Unpad Bandung, UKKI Unair Surabaua, BDM Al-hikmah IKIP Malang.

Menyadari bahwa FSLDK dihadiri oleh LDK yang berbeda-beda proses terbentuk, kelembagaan, kondisi lingkungan dan pola dakwah yang dikembangkannya, maka hubungan antar LDK didasarkan semata pada ikatan ukhuwah Islamiyyah yang bersemangatkan I’tisham bihablillah. Itulah yang selama ini terus berlangsung hingga kini.

Pertemuan pertama—yang ternyata telah lama dinantikan oleh banyak pesetta—itu, menelorkan sejumlah hasil, yakni:

1. Perlunya meningkatkan ukhuwah Islamiyah antara Lembaga Dakwah Kampus, setidak-tidaknya antar fungsionaris Lembaga Dakwah Kampus.
2. Disepakati untuk melanjutkan komukikasi dan koordinasi antar LDK dengan pembagian wilayah:
wilayah bagian barat , dikoordinasi Salman, ITB,
wilayah bagian tengah, dikoordinasi Jamaah Shalahuddin UGM,
wilayah bagian timur, dikoordinasi UKKI Unair.

Pertemuan LDK yang kedua diadakan di Salman ITB Bandung pada tanggal 2 - 4 Januari 1987 dengan peserta sedikit lebih banyak dari yang pertama. Hadir pula akhwat LDK. Ditetapkan Salman ITB sebagai koordinator pusat LDK se-Jawa (waktu itu) dan diadakan sejumlah kegiata bersama seperti Dauroh Dirosah Islamiyah I di IPB, Ramadhan 1407 H, Latihan Manajemen Dakwah, Salman Bandung, Bina Wanita dan Keluarga di setiap LDK dan terbirtnya lembar komunikasi antar LDK "al-Urwah".

Pertemuan LDK yang ketiga diadakan di Unair, Surabaya, 13 - 16 September 1987. Hadir 30 LDK—meningkat dari pertemuan sebelumnya. Untuk pertama kali digunakan istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), serta logo FSLDK yang mirip huruf "Allah". Beberapa hal penting berhasil disepakati, diantaranya ditetapkannya standar internal LDK, dicanangkannya persamaan persepsi antar LDK menuju satu langkah, dan perlunya organ yang berasal dari utusan Pusat Komunikasi, yang belakangan disebut Panitia Pengarah (SC) yang bertugas menyiapkan pertemuan LDK.

Pertemuan LDK atau FSLDK yang keempat di selenggarakan di UNS Solo pada tanggal 3 - 6 September 1988 yang dihadiri oleh LDK yang jumlahnya tidak berbeda dengan pertemuan LDK sebelumnya. Hadir juga peninjau dari luar Jawa, yakni Unud Denpasar dan Unhas Ujung Pandang. Yang menarik dari pertemuan itu secara gencar muncul pertanyaan mendasar dari para peserta, mau ke mana FSLDK ini, dan untuk apa? Kalau cuma ajang kumpul-kumpul, apa manfaatnya? Dan sejumlah pertanyaan lain yang pada intinya mempertanyakan keberadaan dan kelanjutan forum ini di masa mendatang.

Mengikuti tahapan forum silaturahim di mana ada tahap Ta’aruf—Tafahum--Ta’awun, agaknya ketika itu FSLDK telah melewati tahap Ta’aruf menuju Tafahum. Artinya, setelah saling mengenal dalam tiga kali FSLDK, lantas muncul keinginan untuk berbuat, bergerak dan melangkah secara jelas dan terarah. Di sinilah kemudian muncul ide untuk membuat Khittah LDK sebagai garis atau arah perjuangan LDK. Khittah diharapkan mampu merumuskan arah, sasaran dan tahapan langkah dakwah di kampus. Khittah diamanatkan pembuatannya oleh peserta kepada para mantan LDK. FSLDK Solo juga menyetujui adanya pola komunikasi (komunikasi ide dan komunikasi kelembagaan) dan komposisi SC yang terdiri dari utusan Puskompus, Puskomwil, LDK tuan rumah dan Koordinator Mantan Pusat.

Mantan LDK—istilah yang digunakan untuk menyebut alumni LDK yang pernah aktif dalam FSLDK—memang muncul pertama kali dalam forum ini. Tepatnya dalam forum SC yang diselenggarakan di Yogyakarta (di sekretariat Jamaah Shalahuddin UGM) tanggal 3 - 5 Juni 1988. Pada masa itu memang telah mulai banyak alumni LDK, mantan pengurus dan aktivis yang telah lulus. Pertemuan di Yogyakarta memandang perlu adanya penanganan secara khusus para alumni itu, demi keberlangsungan dakwah. Kesepakatan dalam forum ini tentang Mantan lantas di bawa dalam FSLDK. Jadilah Mantan resmi masuk dalam FSLDK dalam format Komisi mantan. Di samping itu bersamaan dengan FSLDK diselenggarakan juga Forum Silaturahim Mantan LDK yang pertama.

(Rancangan) khittah LDK—sesuai amanah FSLDK Solo—dibahas dalam Forum Silaturahim Mantan LDK kedua yang diselenggarakan di kota yang sama di akhir bulan Desember tahun 1988. Oleh tim perancang, khittah dipandang perlu untuk dipahami dengan mafahim sebagai kumpulan pemahaman terhadap hal-hal yang pokok (aqidah, syariah, dan dakwah) dalam Islam. Sebab tanpa mafahim, khittah sebagai arah gerak dakwah LDK, hanya akan menjadi rangkaian kata-kata yang tidak bermakna. Semua rancangan itu diterima dengan bulat oleh forum.

FSLDK kelima diselenggarakan di IKIP Malang pada tanggal 15 - 19 September 1989. FSLDK yang berlangsung sejak tahun 1986 menginjak tahapan penting. Karena inilah FSLDK se-Indonesia yang pertama,setelah disadari pentingnya pula mengembangkan dakwah di kampus-kampus luar Jawa. Hadir dalam pertemuan itu utusan dari Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali. Tahapan penting lainnya adalah disepakatinya rumusan khittah LDK sebagai garis perjuangan LDK yang berisi arah, tujuan dan sasaran dakwah di kampus. Dengan adanya khittah ini diharapkan tercapai kesamaan pemahaman terhadap atah dakwah di kampus dan FSLDK segagai bagian yang terpisahkan dari "strategi global" dakwah di negeri ini, sekaligus menjawab keraguan yang berkembang selama ini.

sampai pada saat ini FSLDK telah menyelenggarakan pertemuan nasional sebanyak 14 kali, dimana FSLDK nasional ke 14 dilaksanakan di universitas lampung (unila) yang dihadiri oleh sekitar 1000 orang aktivis dakwah kampus dari seluruh penjuru indonesia ini dengan mengahdirkan pembicara tokoh nasional seperti Ketua MPR RI 2004/2009 Dr.H.Hidayat Nur Wahid, Ust.Mustafa kamal, Ust.Muslih dan beberapa tokoh akademisi....

Dan insya Allah FSLDK Nasional yang ke 15 akan segera dilaksanakan di Universitas Patimura Ambon,maluku pada tanggal 1-5 juli 2010..mari kita bergerak bersama menyukseskan agenda nasional ini dan berharap semoga selain berjalan dengan sukses tentunya pula dapat mengahsilkan rumusan-rumusan yang bermanfaat guna bangsa,agama dan tanah air ini..amiin...

"GERAK BERSAMA SUKSESKAN FORUM SILATURAMI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS NASIONAL 15 1-5 JULI 2010 UNIVERSITAS PATIMURA, AMBON MALUKU..."



Selengkapnya...

Postingan